Liburan Seperti Hanya Mimpi
Pulang, adalah hal yang dinanti sekaligus merupakan salah satu obat kebahagiaan. Pulang adalah tujuan. Lama tidak pulang dan berada di luar tempat tinggal menimbulkan keresahan dan kegundahan. Contoh sederhana, jika kita berada di kantor beberapa jam lebih lama dibanding biasanya maka kita akan resah dan keinginan untuk pulang menjadi sangat kuat. Betapapun indahnya perjalanan wisata yang kita lakukan, ujung-ujungnya pun kita ingin pulang. Memang rumah itu adalah istana kita. Sejelek apapun rumah, sejahat apapun keluarga terhadap kita, pasti kita akan merasakan keinginan untuk pulang kerumah (kampung-halaman) walau pun rasa itu hanya sebesar biji atom. :D
Bagaimana tidak, moment libur kali ini saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Hingga sepatah kata maaf pun tak mampu terucap dari bibir ini. Ya Allah ampunkanlah aku dan kedua orang tua ku serta adek kakak ku. Kecewa yang aku beri pada mereka harus aku bayar dengan kesuksesan ku saat pulang menemui mereka tahun depan. Semoga doa doa ku didengar dan dikabulkan oleh-Mu yaa Allah.
Namun keluarga ini telah mengobati kerinduan ku terhadap keluarga ku. Aku cinta keluarga baru ku ini. Mesti belum seutuhnya menjadi keluarga ku, namun mereka telah menganggap aku sebagai keluarganya begitupun aku. Liburan ku agaknya menjadi bermakna ketika aku bisa membatu dikeluarga ini, meskipun tidak banyak yang bisa aku bantu, tapi mereka sangat menghargainnya. Mungkin kasian jg sih tehadap ku yang sebatang kara di rantau orang. 1 Syawal aku mendengar doa doa mereka terhadap ku, sungguh menyejukan hati, layaknya doa-doa dari keluarga ku sendiri.
